Kudus Nama-Nya, Kudus Roh-Nya
12, 13. (a) Mengapa nama Allah dengan tepat dikatakan kudus? (b) Mengapa nama Allah harus disucikan?
12 Bagaimana dengan nama Allah sendiri? Seperti yang kita lihat di Pasal 1, nama itu bukan sekadar gelar atau label. Nama tersebut mencerminkan Allah Yehuwa, mencakup semua sifat-Nya. Oleh karena itu, Alkitab memberi tahu kita bahwa ”namanya kudus”. (Yesaya 57:15) Menurut Hukum Musa, mencemari nama Allah dianggap sebagai pelanggaran dengan hukuman mati. (Imamat 24:16) Dan, perhatikan apa yang Yesus sebut sebagai pokok yang paling utama untuk didoakan, ”Bapak kami yang di surga, biarlah namamu disucikan.” (Matius 6:9) Menyucikan sesuatu berarti memisahkannya sebagai sesuatu yang suci dan menyanjungnya, menjunjungnya sebagai sesuatu yang kudus. Namun, mengapa sesuatu yang pada hakikatnya murni seperti nama Allah masih perlu disucikan?
13 Nama kudus Allah telah dikecam, dinodai dengan dusta dan fitnah. Di Eden, Setan berdusta mengenai Yehuwa dan menyiratkan bahwa Ia adalah Penguasa yang tidak adil. (Kejadian 3:1-5) Sejak saat itu, Setan —penguasa dunia yang tidak kudus ini— telah memastikan agar dusta mengenai Allah semakin berlipat ganda. (Yohanes 8:44; 12:31;Penyingkapan 12:9) Agama-agama menggambarkan Allah sebagai pribadi yang sewenang-wenang, dingin, atau kejam. Mereka mengaku memiliki dukungan-Nya dalam perang-perang mereka yang haus darah. Mereka tidak mau mengakui kegiatan penciptaan Allah yang menakjubkan tetapi mengatakan bahwa semuanya terjadi secara kebetulan, atau karena evolusi. Ya, nama Allah telah difitnah dengan kejam. Nama itu harus disucikan; kemuliaannya yang sebenarnya harus dipulihkan. Kita merindukan penyucian nama-Nya dan pembenaran kedaulatan-Nya, dan kita senang untuk menjalankan peran apa pun dalam maksud-tujuan yang agung tersebut.
14. Mengapa roh Allah disebut kudus, dan mengapa menghujat roh kudus merupakan dosa yang sangat serius?
14 Ada satu lagi yang erat kaitannya dengan Yehuwa, sesuatu yang selalu disebut kudus —roh-Nya, atau tenaga aktif-Nya. (Kejadian 1:2) Yehuwa menggunakan tenaga yang tak ada tandingannya ini untuk melaksanakan maksud-tujuan-Nya. Semua yang Allah lakukan, Ia jalankan dengan cara yang kudus, murni, dan bersih, sehingga tenaga aktif-Nya dengan tepat dinamakan roh kudus, atau roh kekudusan. (Lukas 11:13; Roma 1:4) Menghujat roh kudus, yang berarti bertindak menentang maksud-tujuan Yehuwa dengan sengaja, dianggap sebagai dosa yang tak terampuni. —Markus 3:29.
Source : http://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/1102002024


16.34
Supplier Buku-Buku Rohani
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar